December 26, 2009

REVIEW : SANG PEMIMPI




























"Yang penting dari mimpi, bukanlah seberapa besar mimpi itu, tapi sebesar apa kita untuk mimpi itu."

Sang Pemimpi adalah sekuel dari Laskar Pelangi yang sangat sukses dan terkenal tahun 2008 kemarin. Kembali diangkat dari novel tetralogi Laskar Pelangi kedua, Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Kalau di Laskar Pelangi kita diceritakan tentang masa kecil para anak-anak dari Belitung, kali ini Sang Pemimpi mengangkat masa remaja anak-anak tersebut yang telah beranjak dewasa. Berfokus pada pertemuan Ikal (Vikri Setiawan) dengan Arai (Ahmad Syaifullah) yang baru ditinggal mati kedua orang tuanya. Arai merupakan sepupu jauh Ikal, dikarenakan tidak ada yang mengurus, Arai lalu tinggal bersama Ikal dan keluarga. Disini diceritakan bahwa Arai adalah orang yang selalu mengajak Ikal untuk memiliki mimpi-mimpi, salah satunya adalah mimpi untuk mendapatkan beasiswa di Paris dan berkeliling Eropa. Selain Ikal dan Arai, mereka juga bersahabat dengan Jimbron (Azwir Fitrianto) yang juga adalah anak yatim piatu, seorang anak beragama islam yang soleh, namun diurus oleh salah seorang teman keluarganya yang adalah seorang pastur Katolik. Kita diajak ikut menikmati keseruan masa remaja mereka bertiga. Karakter ketiga tokoh diatas juga digambarkan dengan jelas dalam film, seperti misalnya Ikal yang lebih pendiam, namun pintar dan sangat sayang pada ayahnya. Arai, sang pemimpi yang nakal, namun selalu mempunyai daya kreatifitas yang lebih dan jatuh cinta pada teman sekelasnya, Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda). Jimbron, anak yang gagap sepeninggal orang tuanya, sangat menyukai dan terobsesi dengan kuda. Sesuai dengan judulnya, Sang Pemimpi menceritakan hal-hal positif tentang bagaiman caranya meraih mimpi-mimpi kita. Jangan hanya bermimpi yang setinggi langit, kita juga harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi tersebut. Saya belum membaca semua novel Andrea Hirata, jadi penilaian saya terhadap film ini dan Laskar Pelangi murni dari pandangan penonton yang sama sekali belum membaca novelnya. Menurut saya filmnya baik, namun saya tetap lebih suka dengan Laskar Pelangi. Durasi yang terlalu panjang dan banyaknya adegan yang tidak terlalu penting mungkin yang menjadi faktor kenapa film ini sedikit membosankan di pertengahan. Namun beruntung, film ini digarap oleh sutradara handal, Riri Riza, lalu akting para pemain yang luar biasa, mulai dari pemain-pemain baru remaja maupun senior seperti Mathias Muchus dan Rieke Diah Pitaloka. Kalau di Laskar Pelangi ada Cut Mini dengan karakter guru yang sangat mencuri perhatian, di Sang Pemimpi ada Nugie yang juga menjadi seorang guru bernama Pak Balia. Nugie ternyata bermain sangat baik disini. Lukman Sardi dan Ariel 'Peterpan' juga bermain di film ini sebentar, menceritakan sedikit tentang Ikal dan Arai dewasa. Siap-siap saja melihat akting mereka berdua di sekuel selanjutnya. Menurut saya Ariel bermain cukup baik untuk ukuran pemula, hanya saja wajahnya terlihat kurang meyakinkan sebagai orang 'susah'. Lukman Sardi sih cocok sekali, aktingnya pun tidak perlu diragukan lagi. Kita tunggu saja sambungannya! :)




REVIEW : THE BLIND SIDE




























"Based on the extraordinary true story"

The Blind mungkin boleh jadi salah satu film bertema sport yang menjadi favorit saya. Dengan lebih mengetengahkan unsur drama didalamnya, secara tidak diduga film ini mampu mendapatkan banyak review yang baik. Dengan modal yang tidak besar The Blind Side mampu membuat jatuh cinta orang yang menontonnya. Diangkat dari novel karya Michael Lewis berjudul 'The Blind Side: Evolution of a game' yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Kisah hidup seorang pria bernama Michael Oher yang menginspirasi banyak orang tentang sisi kemanusiaan yang luas. Michael Oher (Quinton Aaron) adalah seorang anak remaja keturuan Afrika-Amerika berkulit hitam yang tidak mempunyai tempat tinggal. Karena latar belakang keluarga yang berantakan dan broken home, Michael Oher tumbuh menjadi anak yang anti-social dan pendiam. Namun sebenarnya ia tidak bodoh. Michael Oher bertubuh sangat besar, lebih besar dibanding orang kulit hitam lainnya. Suatu saat secara tidak sengaja ia bertemu dengan Leigh Anne Tuohy (Sandra Bullock) yang merasa simpati padanya, lalu menawarkan Oher untuk tinggal sementara waktu di rumahnya. Leigh Anne pun telah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak. Ternyata Oher sangat cocok dengan keluarga Tuohy, ia pun akrab dengan anak bungu Leigh Anne yang bernama S.J. Tuohy (Jae Head). Film ini menceritakan kita tentang bagaimana caranya mengesampingkan semua perbedaan yang ada, entah itu perbedaan ras, golongan sosial, dll. Sangat menarik dan indah untuk ditonton. Kita bisa melihat bagaimana kisah hidup Michael Oher menjadi salah seorang pemain football yang terkenal sekarang. Saya suka dengan film ini. Mungkin untuk sebagian orang akan menjadi sedikit membosankan, tapi tidak untuk saya. Film ini memiliki makna yang dalam, apalagi diangkat dari kisah nyata. Beberapa bagian di film ini juga berhasil membuat saya terharu. Menurut saya ini adalah film terbaik dari Sandra Bullock so far. Aktor Quinton Aaron yang memerankan Michael Oher juga sangat cocok, ekspresi mukanya yang datar dan sedih pas sekali dengan karakter Michael Oher dalam film. Si kecil Jae Head juga luar biasa dalam berakting, berhasil menghidupkan suasana dalam film. Overall, The Blind Side is one of the best 'drama-sport' I've ever seen.





(The real family: Sean Tuohy, Michael Oher, Leigh Anne Tuohy)

December 22, 2009

WEEKEND BOX OFFICE : 18 - 20 DEC 2009





















1) Avatar
2) The Princess and the Frog
3) The Blind Side
4) Did You Hear About the Morgans?
5) The Twilight Saga: New Moon
6) Invictus
7) A Christmas Carol
8) Brothers
9) Old Dogs
10) 2012
11) Armored

. . . Welcome to the planet Pandora people! Avatar sudah pasti akan membuat James Cameron semakin kaya! :)

December 21, 2009

(SOME) AWESOMENESS OF 2010!









December 18, 2009

REVIEW : AVATAR




























"You are on Pandora, ladies and gentleman."

Avatar membuat saya terkesima dan tidak dapat berkata-kata. James Cameron memang seorang yang jenius dalam dunia perfilman, sangat visioner. Setelah membuat Titanic (1997) yang sukses menjadi box office di seluruh dunia, James memang memfokuskan pikirannya pada proyek baru yang dinamakan Avatar. Nama Avatar sudah didaftarkan sejak 12 tahun yang lalu, jadi Avatar karya James Cameron ini sama sekali bukan kartun Avatar The Legend of Aang. Kartun Avatar memang juga akan tayang di layar lebar tahun depan, tapi dengan nama The Last Airbender, karena tidak dapat menggunakan nama Avatar yang telah lebih dulu didaftarkan James Cameron. Saya tadinya tidak berharap banyak ketika melihat trailer yang ada dan makhluk biru yang awalnya menurut saya aneh. Tapi nama James Cameron sungguh membuat saya sangat tertarik untuk harus menonton film ini, apalagi James bilang kalau Avatar adalah proyek impiannya. Dan ternyata ini memang film yang akan membawa pikiran dan hati anda ke negeri 'impian' bernama planet Pandora. Sebuah planet yang sangat indah, malah bisa dikatakan luar biasa indah. Semua yang ada di film ini terlihat sangat real, seperti nyata. Saya menonton yang versi 3D dan semua efek disini membuat saya terkagum-kagum. James Cameron memang seorang perfeksionis, ia memperhatikan semua detail yang ada, sampai-sampai rasanya tidak ada kekurangan apapun dalam segi special effects. Biasanya film dengan efek yang keren dan canggih kurang didukung dari faktor cerita, tapi beda dengan Avatar. Avatar berhasil memadukan efek yang super canggih dengan jalan cerita yang sangat baik. Saya tidak akan menceritakan sinopsis film ini disini, agar semua yang menonton akan lebih menikmati. Trik James Cameron untuk tidak memperlihatkan apapun dalam trailernya juga saya acungi dua jempol, hal itu membuat anda penasaran setengah mati. Tidak membuat anda menggebu-gebu untuk segera menonton film ini, namun setelah anda menonton, anda akan terpukau. Imajinasi anda akan dibuat melayang-layang ketika sedang menonton Avatar. Planet Pandora digambarkan dengan sangat indah, beserta seluruh penghuninya suku Na'vi dan berbagai macam binatang unik yang ada disana. Semua luar biasa. Pilihan James untuk memakai Sam Worthington dan Zoe Saldana sebagai bintang utama juga tepat sekali. Akting dan chemistry mereka sangat pas dan cocok. Apalagi film ini juga didukung oleh Sigourney Weaver, Stephen Lang, dan Michelle Rodriguez. Durasi yang hampir tiga jam sama sekali tidak membuat saja jenuh. Saya malah seperti merasa sedang berada di planet lain selama beberapa jam itu. Sepertinya semua yang ada dalam Avatar sangat sempurna, dari mulai efek, cerita, ending, akting, soundtrack. Perfect! Sebuah film yang wajib anda tonton, datanglah dengan ekspektasi bahwa anda akan disuguhkan film imajinasi unik yang luar biasa dan anda pasti akan tidak dapat berkata-kata, sama seperti saya.




December 16, 2009

MAGAZINE : TOTAL FILM - DECEMBER 2009



























Yayyy..senangnya akhirnya sekarang sudah terbit majalah TOTAL FILM INDONESIA. Ini sudah edisi kedua lho guys.. Edisi perdana terbit bulan kemarin dengan cover New Moon. Kalau dulu ketika ingin membaca TOTAL FILM saya harus beli yang import UK, sekarang sudah tidak perlu. Bagaimana saya tidak senang, dengan harga lebih murah, tapi isi boleh dibilang sama persis dengan yang versi asli UK. Bulan ini TFI terbit dengan memasang Avatar sebagai cover, pilihan yang tepat meskipun semua majalah film lain juga memasang cover yang sama. Avatar memang sedang happening banget, sama halnya dengan New Moon bulan lalu. Saya belum membeli majalah film lain bulan ini, jadi saya tidak bisa membandingkan isinya. Saya juga mohon maaf karena rubrik 'magazine' tidak sering di-update karena memang saya sekarang jarang membeli majalah film. Maklum, pengiritan. Hehe.. Menurut saya, majalah TFI bulan ini keren sekali!!! Apalagi dapat bonus booklet James Cameron yang dikemas dengan map New Moon. Isi tentang perjalanan sang 'King of the World' diulas begitu lengkap. Ulasan tentang Avatar juga pastinya tidak kalah lengkap. Selain booklet James Cameron tadi, kita juga mendapatkan 3D cards Sherlock Holmes dan Avatar. Banyak deh bahasan-bahasan menarik di TFI bulan ini. Wajib beli kalau menurut saya. Kalau untuk cover menurut saya biasa-biasa saja, tapi bahan cover TFI memang paling top deh! Coba saja beli kalau tidak percaya. Dengan harga promosi Rp.37.000,- menurut saya cukup worth the money. Menurut kamu gimana?

Harga Rp. 37.000,-
Luar P.Jawa Rp. 38.000,-

WEEKEND BOX OFFICE : 11 - 13 DES 2009





















1) The Princess and the Frog
2) The Blind Side
3) Invictus
4) The Twilight Saga: New Moon
5) A Christmas Carol
6) Brothers
7) Old Dogs
8) 2012
9) Armored
10) Ninja Assassin
11) Up in the Air
12) Planet 51

. . . Duhh udah lama saya ga post weekend box office, soalnya suka lupa sih. Maklum ngurus blognya sendirian. Hehehe.. :p
. . . Jadi penasaran sama animasi The Princess and the Frog. :)
 

blogger templates | Make Money Online